Bagi Anda yang punya anak, waspadalah! Paedofil kini ada di mana-mana, termasuk di sekolah yang selama ini kita anggap tempat aman. Di Amerika, seorang guru ditahan karena diduga memberi cookies berlapis sperma ke murid-muridnya selama 5 tahun.
Hal ini diungkapkan oleh seorang korban dari Miramonte Elementary School, Los Angeles, Amerika Serikat. Menurut gadis berusia 10 tahun ini, setiap hari ia diberi cookies vanila dengan frosting dan taburan oleh sang guru yang bernama Mark Bendt.
Berdasarkan keterangan si gadis kepada KTLA (stasiun TV Los Angeles), Mark meminta izin meminjam beberapa siswa kepada guru lain. Anak ini datang dan diberi cookies. Guru lain menanyakan alasan Mark memberi cookies kepada siswa. 'Karena ia telah banyak membantu', kata si gadis, mengutip omongan Mark. Ia lalu memotret kami dengan kameranya, tambahnya.
Menurut berita yang dilansir Daily Mail, tampaknya sang gadis bukanlah satu-satunya korban guru kelas 3 tersebut. Mark diduga sudah melakukan aksi cabul terhadap 23 anak berusia 6-10 tahun selama 5 tahun, yaitu sejak 2005 sampai 2010.
Tuduhan ini diperkuat oleh 600 foto tidak senonoh yang ditemukan polisi. Beberapa di antaranya menunjukkan Mark sedang menyuapi siswa yang ditutup matanya dengan cairan putih yang diduga air mani. Guru yang telah mengajar selama 32 tahun ini menyebutnya 'permainan mencoba rasa'.
Jika terbukti bersalah, Mark dapat dikenai hukuman penjara seumur hidup dan denda setara Rp 26 milyar lebih.
Menyusul kasus asusila ini, dua orangtua murid melaporkan guru lain karena telah menggerayangi 2 siswa kelas 2. Martin Springer (49), tersangka pencabulan, saat ini dalam pemeriksaan polisi.
Selain Mark dan Martin, salah satu asisten guru di sekolah yang sama juga dituduh terlibat aksi paedofil. Menurut ibu dari siswa tersebut, asisten perempuan yang diperkirakan berusia 50 tahunan itu sudah 3 kali mengirimkan surat cinta kepada anaknya pada tahun 2009. Akhirnya ia mengaku bahwa ia menyayangi si murid seperti nenek kepada cucunya.
Akibat beberapa temuan tersebut, sebanyak 128 orang staf sekolah Miramonte di-PHK. SD inipun ditutup selama dua hari untuk pergantian karyawan yang menghabiskan biaya sekitar Rp 51 milyar, termasuk penggajian karyawan lama. (dtk)