dunia.web.id
# duniawebid.com #
Cari

Member Contribution
  Artikel & Informasi terkini kiriman dari para penduduk
( Login | Register )
 
All Topics
Berita
Foto
Internasional
      » News
      » Celebrity
Just For Fun
Keluarga
Olahraga
Otomotif
Seni
Teknologi
 
 

Seorang guru ditahan karena memberi cookies berlapis sperma ke murid-muridnya

Oleh : tekno / 11-Feb-2012 16:47:54
Image Hosting

Bagi Anda yang punya anak, waspadalah! Paedofil kini ada di mana-mana, termasuk di sekolah yang selama ini kita anggap tempat aman. Di Amerika, seorang guru ditahan karena diduga memberi cookies berlapis sperma ke murid-muridnya selama 5 tahun.

Hal ini diungkapkan oleh seorang korban dari Miramonte Elementary School, Los Angeles, Amerika Serikat. Menurut gadis berusia 10 tahun ini, setiap hari ia diberi cookies vanila dengan frosting dan taburan oleh sang guru yang bernama Mark Bendt.

Berdasarkan keterangan si gadis kepada KTLA (stasiun TV Los Angeles), Mark meminta izin meminjam beberapa siswa kepada guru lain. Anak ini datang dan diberi cookies. Guru lain menanyakan alasan Mark memberi cookies kepada siswa. “'Karena ia telah banyak membantu'”, kata si gadis, mengutip omongan Mark. “Ia lalu memotret kami dengan kameranya,” tambahnya.

Menurut berita yang dilansir Daily Mail, tampaknya sang gadis bukanlah satu-satunya korban guru kelas 3 tersebut. Mark diduga sudah melakukan aksi cabul terhadap 23 anak berusia 6-10 tahun selama 5 tahun, yaitu sejak 2005 sampai 2010.

Tuduhan ini diperkuat oleh 600 foto tidak senonoh yang ditemukan polisi. Beberapa di antaranya menunjukkan Mark sedang menyuapi siswa yang ditutup matanya dengan cairan putih yang diduga air mani. Guru yang telah mengajar selama 32 tahun ini menyebutnya 'permainan mencoba rasa'.

Jika terbukti bersalah, Mark dapat dikenai hukuman penjara seumur hidup dan denda setara Rp 26 milyar lebih.

Menyusul kasus asusila ini, dua orangtua murid melaporkan guru lain karena telah menggerayangi 2 siswa kelas 2. Martin Springer (49), tersangka pencabulan, saat ini dalam pemeriksaan polisi.

Selain Mark dan Martin, salah satu asisten guru di sekolah yang sama juga dituduh terlibat aksi paedofil. Menurut ibu dari siswa tersebut, asisten perempuan yang diperkirakan berusia 50 tahunan itu sudah 3 kali mengirimkan surat cinta kepada anaknya pada tahun 2009. Akhirnya ia mengaku bahwa ia menyayangi si murid seperti nenek kepada cucunya.

Akibat beberapa temuan tersebut, sebanyak 128 orang staf sekolah Miramonte di-PHK. SD inipun ditutup selama dua hari untuk pergantian karyawan yang menghabiskan biaya sekitar Rp 51 milyar, termasuk penggajian karyawan lama. (dtk)

 
Bookmark on : Google
 Reply Comment
 
 
 Comment pages [ 1 ]
 
Your name
Website http://
Comment
   
Image verification code
Retype image code here
   
 
 


 
© 2000-2011 Dunia.web.id - Dunia Web Indonesia | duniawebid.com | faq